Memasuki abad Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan
dan kepentingannya untuk perbaikan dan peningkatan kualitas Pembelajaran.
Melalui Pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan kualitas SDM dan IPM, yaitu
dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan
penyelenggaraan pendidikan bermutu. Terutama penerapan high tech dan high
touch approach. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan
yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke
berbagai penjuru dunia.
Teknonologi informasi berkembang sejalan sengan perkembangan teori dan komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktek kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis computer (CBI), Pembelajaran Berbasis Web (e-learning), Pembelajaran berbantukan computer (CAI), Pembelajaran berbasis AVA adalah bentuk pemanfaatan TIK yang perlu dilaksanakan dalam dunia pendidikan dewasa ini. Kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pengajar merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.
Teknonologi informasi berkembang sejalan sengan perkembangan teori dan komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktek kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis computer (CBI), Pembelajaran Berbasis Web (e-learning), Pembelajaran berbantukan computer (CAI), Pembelajaran berbasis AVA adalah bentuk pemanfaatan TIK yang perlu dilaksanakan dalam dunia pendidikan dewasa ini. Kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pengajar merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.
Perpaduan dari kedua unsur
manusiawi ini melahirkan interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan ajar
sebagai mediumnya. Pada kegiatan pembelajaran, guru dan siswa saling
mempengaruhi dan memberi masukan. Karena itulah kegiatan pembelajaran harus
menjadi aktivitas yang hidup, sarat nilai dan senantiasa memiliki tujuan yang
jelas.
Perkembangan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya
revolusi dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Eric Ashby (1972)
menyatakan bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima.
Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada
seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk
keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya
mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak.
Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio
dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima,
seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) tercanggih, khususnya komputer dan internet untuk digunakan dalam
kegiatan pendidikan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran, yaitu
- Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya.
- Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya.
- Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.
Disinilah peran dan
fungsi teknologi informasi untuk menghilangkan berkembangnya sel
dua, tiga dan empat berkembang di banyak institusi pendidikan yaitu dengan
cara:
- Meminimalisir kelemahan internal dengan mengadakan perkenalan teknologi informasi global dengan alat teknologi informasi itu sendiri (radio, televisi, computer )
- Mengembangkan teknologi informasi menjangkau seluruh daerah dengan teknologi informasi itu sendiri (Wireless Network connection, LAN ), dan
- Pengembangan warga institusi pendidikan menjadi masyarakat berbasis teknologi informasi agar dapat terdampingan dengan teknologi informasi melalui alat-alat teknologi informasi.
Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang
lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, berdasar studi tentang
tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan
Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu
- memperbaiki competitive positioning;
- meningkatkan brand image;
- meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran;
- meningkatkan kepuasan siswa;
- meningkatkan pendapatan;
- memperluas basis siswa;
- meningkatkan kualitas pelayanan;
- mengurangi biaya operasi; dan
- mengembangkan produk dan layanan baru.
Karenanya, tidak mengherankan jika saat ini banyak institusi
pendidikan di Indonesia yang berlomba lomba berinvestasi dalam bidang TI untuk memenangkan persaingan yang
semakin ketat. Maka dari itu untuk memenangkan pendidikan yang bermutu maka
disolusikan untuk memposisikan institusi pendidikan pada sel satu yaitu
lingkungan peluang yang menguntungkan dan kekuatan internal yang kuat.
Faktor-Faktor Pendukung Teknologi
Informasi Dalam Pendidikan
Teknologi informasi yang merupakan bahan pokok dari
e-learning itu sendiri berperan dalam menciptakan pelayanan yang cepat, akurat,
teratur, akuntabel dan terpecaya.Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka ada
beberapa factor yang mempengaruhi teknologi informasi yaitu:(1)Infrastruktur (2)Sumber
Daya Manusia (3)Kebijakan (4)Finansial, dan (5)Konten dan Aplikasi
(Soekartawi,2003).
Maksud dari faktor diatas adalah agar teknologi informasi
dapat berkembang dengan pesat ,pertama dibutuhkan infrastruktur yang memungkinkan
akses informasi di manapun dengan kecepatan yang mencukupi. Kedua, faktor SDM menuntut ketersediaan human
brain yang menguasai teknologi tinggi. Ketiga, faktor kebijakan menuntut adanya
kebijakan berskala makro dan mikro yang berpihak pada pengembangan teknologi
informasi jangka panjang. Keempat, faktor finansial membutuhkan adanya sikap
positif dari bank dan lembaga keuangan lain untuk menyokong industri teknologi
informasi. Kelima, faktor konten dan aplikasi menuntut adanya informasi yang
disampai pada orang, tempat, dan waktu yang tepat serta ketersediaan aplikasi
untuk menyampaikan konten tersebut dengan nyaman pada penggunanya.
E-learning yang merupakan salah satu produk teknologi informasi tentu
juga memiliki faktor pendukung dalam terciptanya pendidikan yang bermutu,
adapun faktor-faktor tersebut; Pertama, harus ada kebijakan sebagai payung yang
antara lain mencakup sistem pembiayaan dan arah pengembangan.
Kedua,
pengembangan isi atau materi, misalnya kurikulum harus berbasis teknologi
informasi dan komunikasi. Dengan demikian, nantinya yang dikembangkan tak
sebatas operasional atau latihan penggunaan komputer.
Ketiga,
persiapan tenaga pengajar, dan terakhir, penyediaan perangkat
kerasnya
(Soekartawi,2003).
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru
dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan
seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah
dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang
semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce,
e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory,
e-biodiversiiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika (Mason R.
1994)
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan
masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat
diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia,
maupun pengalaman pendidikan sebelumnya (Bishop G. 1989). Mason R. (1994)
berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan informasi
interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap
menggantikan TV dan Video. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam
bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar
jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara
mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek
keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen
dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan (Mason R. 1994).
0 komentar:
Posting Komentar